3 Juli 2025 — Saat Presiden tengah berada di Arab Saudi, terjadi tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Seskab Teddy menyampaikan bahwa Presiden langsung memberi instruksi tegas kepada kementerian terkait untuk bergerak cepat melakukan penyelamatan.
Menurut Seskab Teddy, momentum ini menunjukkan bahwa kepemimpinan negara tidak pernah berhenti, bahkan ketika Presiden berada di luar negeri. Koordinasi lintas batas dilakukan dengan sigap agar penanganan darurat berjalan tanpa hambatan.
Ia menjelaskan bahwa Setkab menjadi penghubung utama antara arahan Presiden dan pelaksanaan di lapangan. Dengan komunikasi cepat, instruksi bisa diterjemahkan ke dalam tindakan teknis: pengerahan kapal penyelamat, mobilisasi aparat, dan penanganan korban.
Dalam keterangannya, Seskab Teddy juga menyoroti pentingnya kesiapan birokrasi dalam menghadapi darurat. Baginya, tragedi ini adalah ujian nyata untuk membuktikan bahwa koordinasi lintas kementerian bisa berjalan solid.
Ia menambahkan bahwa peran Setkab tidak berhenti pada koordinasi awal. Pemantauan pasca-penanganan juga penting untuk memastikan semua korban mendapat perhatian. “Respons cepat harus diikuti tindak lanjut yang konsisten,” tegasnya.
Tragedi ini, kata Seskab Teddy, memperlihatkan wajah teknokrasi yang sesungguhnya: sigap, terukur, dan selalu hadir di saat kritis.