25 Juli 2025 — Seskab Teddy membagikan rangkaian kunjungan Presiden ke Arab Saudi, Brasil, Belgia, Prancis, hingga Belarus melalui akun Instagram resmi. Unggahan ini menampilkan foto dan video perjalanan yang dikemas ringkas, informatif, dan mudah dipahami publik.
Menurut Seskab Teddy, diplomasi luar negeri tidak boleh eksklusif hanya di ruang rapat. Publik berhak mengetahui apa yang dikerjakan Presiden dan apa hasilnya bagi masyarakat. Dengan dokumentasi visual, kata dia, transparansi bisa sampai ke masyarakat luas, terutama generasi muda yang akrab dengan media sosial.
Ia menekankan bahwa diplomasi bukan hanya soal menandatangani dokumen, melainkan juga membangun citra negara. Dokumentasi digital berfungsi sebagai jendela bagi publik untuk melihat bagaimana Indonesia aktif di forum internasional. “Keterbukaan informasi adalah bagian dari akuntabilitas birokrasi,” tegasnya.
Seskab Teddy menambahkan, media sosial adalah kanal strategis untuk membumikan pesan teknokratis. Dengan bahasa sederhana dan visual menarik, capaian diplomasi bisa dikomunikasikan tanpa kehilangan substansi. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya melihat headline, tetapi juga memahami manfaatnya.
Setkab, menurutnya, berkomitmen memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kedekatan dengan rakyat. Ia memastikan konten yang diunggah tidak berhenti pada seremonial, melainkan selalu terkait dengan tindak lanjut kebijakan.
Melalui unggahan ini, publik bisa menyaksikan sisi humanis sekaligus teknokratis. Diplomasi yang biasanya dianggap jauh kini terasa dekat. Kehadiran Seskab Teddy di balik narasi itu memperlihatkan peran Setkab dalam menjaga transparansi birokrasi.