17 Maret 2025 — Dalam peringatan Nuzulul Quran, Seskab Teddy menerima peci dari Ustaz Adi Hidayat. Momen sederhana ini menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi religius dan humanis seorang pejabat teknokratis.
Menurut Seskab Teddy, hadiah peci itu adalah pengingat bahwa jabatan hanyalah sementara. Ia menekankan, nilai spiritual dan kemanusiaan adalah pondasi yang harus menyertai setiap keputusan.
Ia menambahkan bahwa di tengah kesibukan mengawal koordinasi kabinet, kegiatan spiritual adalah penyeimbang. Dengan itu, pejabat tidak kehilangan arah dan tetap membumi.
Kehadiran Seskab Teddy di acara keagamaan memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tidak eksklusif. Ia duduk sejajar dengan masyarakat, menunjukkan bahwa pejabat pun bagian dari komunitas.
Momen ini memperkuat citra Seskab Teddy sebagai figur humanis. Publik melihat bahwa pemimpin teknokratis juga punya ruang untuk nilai-nilai keagamaan yang memperkuat integritasnya.
Dengan gaya sederhana, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas bisa berjalan seiring dengan profesionalisme birokrasi.